Sistem Irigasi Tetes Betingkat Dasar Budidaya Tanaman
SISTEM IRIGASI TETES BERTINGKAT UNTUK PEMENUHAN NUTRISI PADA MEDIA TANAM HIDROPONIK DENGAN PEMANFAATAN BOTOL BEKAS
Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, tanaman harus disiram dan mendapatkan suplai hara dari luar. Dalam bidang pertanian, eksploitasi air dapat dilakukan secara efisien dengan menerapkan sistem irigasi yang tepat. Sistem irigasi adalah suatu metode pemberian air pada tanaman untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dengan waktu dan jumlah tertentu. Irigasi tetes (trickle irrigation) merupakan cara pemberian air secara langsung, baik pada permukaan tanah maupun di dalam tanah melalui tetesan secara sinambung dan perlahan pada tanah di daerah perakaran tanaman atau di sekitar tanaman. Secara teoritis efisiensi irigasi tetes relatif lebih tinggi dibandingkan dengan efisiensi sistem irigasi yang lain, karena sistem irigasi tetes hanya memberikan air pada daerah perakaran tanaman dan dilakukan dengan kecepatan lambat, sehingga mengurangi kehilangan air irigasi.
Hidroponik (hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu “hydro” yang berarti air dan “ponos” yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang mamanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilles. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan.
Dalam hal ini penulis akan membahas tentang sistem irigasi tetes bertingkat untuk pemenuhan nutrisi pada media tanam hidroponik dengan pemanfaatan botol bekas , karena selain memanfaatkan tempat, caranya yang sederhana dan mudah diterapkan, kita juga dapat memanfaatkan barang bekas yang sudah tidak dipakai lagi menjadi barang yang dapat di aplikasikan sebagai media tanam.
II. Tujuan
- Agar dapat mengaplikasikan sistem irigasi tetes khususnya pada media tanam hidroponik
- Untuk pemenuhan nutrisi pada media tanam hidroponik dengan cara sederhana dan murah.
- Agar dapat mengaplikasikan kelebihan dan kekurangan antara media tanam hidroponik dan media tanam dengan tanah.
- Untuk memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam hidroponik.
Alat :
- Botol bekas
- Slang Infus Bekas
- Papan Kayu
- Gunting
- Cutter
- Palu
- Paku
- Kawat
- Bibit Tanaman
- Pupuk Cair
- Air
Persiapkan alat-alat dan bahan yang digunakan
|
|
|
||||
|
||||
|
|
||||||
|
||||||
3. Pemberian Nutrisi
|
|
4. Perawatan
Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma, penggantian air dan lain-lain.
V. Rincian Biaya
Alat bahan
|
Harga satuan
|
Jumlah
|
Total harga
|
| Botol bekas | 500/botol |
4
|
Rp. 2000 |
| Selang infus | 1000/infus bekas |
4
|
Rp. 4000 |
| Pupuk cair | 15000/l |
0,5
|
Rp. 7500 |
| Benih | 5000/ons |
1
|
Rp. 5000 |
| Paku | 1500/ons |
1
|
Rp. 1500 |
| Kawat | 700/m |
5
|
Rp. 3500 |
| Papan kayu | 5000/m2 |
1
|
Rp. 5000 |
| Lain-lain | Rp. 15000 | ||
| TOTAL | Rp. 43500 |
INFUS AIR UNTUK TANAMAN
Musim
kemarau, udara panas, air berkurang, tanaman mengering. Menyiram tanaman
menjadi masalah besar, ketika air untuk menyiram juga harus dihemat, berbagi
dengan kebutuhan lain, juga banyak waktu terbuang. Maka perlu pemikiran, agar
tanaman tidak mati. Bagaimana caranya? Dengan cara di-infus!
Emankk orang
sakit aja yang diinfus??? Hehehe/…
Idenya sederhana saja, seperti
terknologi sobat elang didaerah kering yang sedikit sekali curah hujannya.
Mereka mempunyai teknologi dengan cara meneteskan air yang jumlahnya sedikit.
Teknologi ini disebut “irigasi tetes” atau “drip irrigation”. Tetes demi tetes
air membasahi media tanah, dan suburlah tanamannya, walaupun di musim kemarau
panjang sekalipun.
Ane mencoba membuat sistem irigasi tetes ini dengan cara sederhana. Air dimasukkan dalam botol air kemasan bekas, ditaruh agak lebih tinggi dari posisi tanaman, lalu air dialirkan melalui selang plastik kecil, maka meneteslah air tersebut membasahi tanaman yang saya tanam di pot. Tetesan air diatur sedemikian rupa dengan memencet slang dengan alat jepitan pemencet.
Untuk
kemudahan membuatnya, pake aja selang
infus yang biasa dipakai di rumah sakit. Selang infus lengkap dengan jarumnya
dapat dibeli di toko alat kedokteran, harganya hanya Rp 9.000 per set. Bila
sulit memperolehnya, bisa membuat sendiri secara sederhana, yang penting air
bisa menetes membasahi tanaman.
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
INFUS AIR UNTUK TANAMAN
Musim
kemarau, udara panas, air berkurang, tanaman mengering. Menyiram tanaman
menjadi masalah besar, ketika air untuk menyiram juga harus dihemat, berbagi
dengan kebutuhan lain, juga banyak waktu terbuang. Maka perlu pemikiran, agar
tanaman tidak mati. Bagaimana caranya? Dengan cara di-infus!
Emankk orang
sakit aja yang diinfus??? Hehehe/…
Idenya sederhana saja, seperti
terknologi sobat elang didaerah kering yang sedikit sekali curah hujannya.
Mereka mempunyai teknologi dengan cara meneteskan air yang jumlahnya sedikit.
Teknologi ini disebut “irigasi tetes” atau “drip irrigation”. Tetes demi tetes
air membasahi media tanah, dan suburlah tanamannya, walaupun di musim kemarau
panjang sekalipun.
Ane mencoba membuat sistem irigasi tetes ini dengan cara sederhana. Air dimasukkan dalam botol air kemasan bekas, ditaruh agak lebih tinggi dari posisi tanaman, lalu air dialirkan melalui selang plastik kecil, maka meneteslah air tersebut membasahi tanaman yang saya tanam di pot. Tetesan air diatur sedemikian rupa dengan memencet slang dengan alat jepitan pemencet.
Untuk
kemudahan membuatnya, pake aja selang
infus yang biasa dipakai di rumah sakit. Selang infus lengkap dengan jarumnya
dapat dibeli di toko alat kedokteran, harganya hanya Rp 9.000 per set. Bila
sulit memperolehnya, bisa membuat sendiri secara sederhana, yang penting air
bisa menetes membasahi tanaman.
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
INFUS AIR UNTUK TANAMAN
Musim
kemarau, udara panas, air berkurang, tanaman mengering. Menyiram tanaman
menjadi masalah besar, ketika air untuk menyiram juga harus dihemat, berbagi
dengan kebutuhan lain, juga banyak waktu terbuang. Maka perlu pemikiran, agar
tanaman tidak mati. Bagaimana caranya? Dengan cara di-infus!
Emankk orang
sakit aja yang diinfus??? Hehehe/…
Idenya sederhana saja, seperti
terknologi sobat elang didaerah kering yang sedikit sekali curah hujannya.
Mereka mempunyai teknologi dengan cara meneteskan air yang jumlahnya sedikit.
Teknologi ini disebut “irigasi tetes” atau “drip irrigation”. Tetes demi tetes
air membasahi media tanah, dan suburlah tanamannya, walaupun di musim kemarau
panjang sekalipun.
Ane mencoba membuat sistem irigasi tetes ini dengan cara sederhana. Air dimasukkan dalam botol air kemasan bekas, ditaruh agak lebih tinggi dari posisi tanaman, lalu air dialirkan melalui selang plastik kecil, maka meneteslah air tersebut membasahi tanaman yang saya tanam di pot. Tetesan air diatur sedemikian rupa dengan memencet slang dengan alat jepitan pemencet.
Untuk
kemudahan membuatnya, pake aja selang
infus yang biasa dipakai di rumah sakit. Selang infus lengkap dengan jarumnya
dapat dibeli di toko alat kedokteran, harganya hanya Rp 9.000 per set. Bila
sulit memperolehnya, bisa membuat sendiri secara sederhana, yang penting air
bisa menetes membasahi tanaman.
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
INFUS AIR UNTUK TANAMAN
Musim
kemarau, udara panas, air berkurang, tanaman mengering. Menyiram tanaman
menjadi masalah besar, ketika air untuk menyiram juga harus dihemat, berbagi
dengan kebutuhan lain, juga banyak waktu terbuang. Maka perlu pemikiran, agar
tanaman tidak mati. Bagaimana caranya? Dengan cara di-infus!
Emankk orang
sakit aja yang diinfus??? Hehehe/…
Idenya sederhana saja, seperti
terknologi sobat elang didaerah kering yang sedikit sekali curah hujannya.
Mereka mempunyai teknologi dengan cara meneteskan air yang jumlahnya sedikit.
Teknologi ini disebut “irigasi tetes” atau “drip irrigation”. Tetes demi tetes
air membasahi media tanah, dan suburlah tanamannya, walaupun di musim kemarau
panjang sekalipun.
Ane mencoba membuat sistem irigasi tetes ini dengan cara sederhana. Air dimasukkan dalam botol air kemasan bekas, ditaruh agak lebih tinggi dari posisi tanaman, lalu air dialirkan melalui selang plastik kecil, maka meneteslah air tersebut membasahi tanaman yang saya tanam di pot. Tetesan air diatur sedemikian rupa dengan memencet slang dengan alat jepitan pemencet.
Untuk
kemudahan membuatnya, pake aja selang
infus yang biasa dipakai di rumah sakit. Selang infus lengkap dengan jarumnya
dapat dibeli di toko alat kedokteran, harganya hanya Rp 9.000 per set. Bila
sulit memperolehnya, bisa membuat sendiri secara sederhana, yang penting air
bisa menetes membasahi tanaman.
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
INFUS AIR UNTUK TANAMAN
Musim
kemarau, udara panas, air berkurang, tanaman mengering. Menyiram tanaman
menjadi masalah besar, ketika air untuk menyiram juga harus dihemat, berbagi
dengan kebutuhan lain, juga banyak waktu terbuang. Maka perlu pemikiran, agar
tanaman tidak mati. Bagaimana caranya? Dengan cara di-infus!
Emankk orang
sakit aja yang diinfus??? Hehehe/…
Idenya sederhana saja, seperti
terknologi sobat elang didaerah kering yang sedikit sekali curah hujannya.
Mereka mempunyai teknologi dengan cara meneteskan air yang jumlahnya sedikit.
Teknologi ini disebut “irigasi tetes” atau “drip irrigation”. Tetes demi tetes
air membasahi media tanah, dan suburlah tanamannya, walaupun di musim kemarau
panjang sekalipun.
Ane mencoba membuat sistem irigasi tetes ini dengan cara sederhana. Air dimasukkan dalam botol air kemasan bekas, ditaruh agak lebih tinggi dari posisi tanaman, lalu air dialirkan melalui selang plastik kecil, maka meneteslah air tersebut membasahi tanaman yang saya tanam di pot. Tetesan air diatur sedemikian rupa dengan memencet slang dengan alat jepitan pemencet.
Untuk
kemudahan membuatnya, pake aja selang
infus yang biasa dipakai di rumah sakit. Selang infus lengkap dengan jarumnya
dapat dibeli di toko alat kedokteran, harganya hanya Rp 9.000 per set. Bila
sulit memperolehnya, bisa membuat sendiri secara sederhana, yang penting air
bisa menetes membasahi tanaman.
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
INFUS AIR UNTUK TANAMAN
Musim
kemarau, udara panas, air berkurang, tanaman mengering. Menyiram tanaman
menjadi masalah besar, ketika air untuk menyiram juga harus dihemat, berbagi
dengan kebutuhan lain, juga banyak waktu terbuang. Maka perlu pemikiran, agar
tanaman tidak mati. Bagaimana caranya? Dengan cara di-infus!
Emankk orang
sakit aja yang diinfus??? Hehehe/…
Idenya sederhana saja, seperti
terknologi sobat elang didaerah kering yang sedikit sekali curah hujannya.
Mereka mempunyai teknologi dengan cara meneteskan air yang jumlahnya sedikit.
Teknologi ini disebut “irigasi tetes” atau “drip irrigation”. Tetes demi tetes
air membasahi media tanah, dan suburlah tanamannya, walaupun di musim kemarau
panjang sekalipun.
Ane mencoba membuat sistem irigasi tetes ini dengan cara sederhana. Air dimasukkan dalam botol air kemasan bekas, ditaruh agak lebih tinggi dari posisi tanaman, lalu air dialirkan melalui selang plastik kecil, maka meneteslah air tersebut membasahi tanaman yang saya tanam di pot. Tetesan air diatur sedemikian rupa dengan memencet slang dengan alat jepitan pemencet.
Untuk
kemudahan membuatnya, pake aja selang
infus yang biasa dipakai di rumah sakit. Selang infus lengkap dengan jarumnya
dapat dibeli di toko alat kedokteran, harganya hanya Rp 9.000 per set. Bila
sulit memperolehnya, bisa membuat sendiri secara sederhana, yang penting air
bisa menetes membasahi tanaman.
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!
Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar